Daftar Sbobet Bola

Nafsu Seks Pria Pengangguran

Berita Mesum - Teguh Adi Wiyoto (17), warga Desa Mujodaun RT 1/RW 1 Kecamatan Musikan, Jombang harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia diduga mencabuli bocah yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

Pengangguran  tamatan SMA ini nekad melakukan pencabulan sebut saja Melati, (AD) warga Geluran, Kecaman Taman. Kini Teguh mendekam di tahanan Polsek Taman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tindakan pencabulan tersebut dilakukan pada kamis lalu, sekira pukul 01.30 WIB. Kala itu pemilik rumah sedang tertidur pulas, pelaku mulai melancarkan aksinya.

Teguh diketahui tinggal di rumah korban, karena akan dicarikan kerja oleh orang tua korban. Teguh nekat masuk ke kamar Melati dan mengajak Melati yang masih mengantuk  untuk naik ke lantai atas rumah. Korban pun menurut apa yang dikatakan Teguh.

Oleh pelaku, korban disuruh tidur terlentang. Kemudian pelaku memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban.

Korban yang merasa kesakitan pun disuruh diam dengan membungkam mulut korban dengan tangan. “Korban diancam pelaku untuk tidak menangis,” ujar Kapolsek Taman Kompol H. Ahmad Fathoni.

Setelah melancarkan aksi bejatnya itu, pelaku menyuruh korban untuk kembali ke kamar tidur. Orang tua korban tidak mengetahui persis kejadian pencabulan tersebut.

Namun ibu korban SF (38) sempat curiga karena saat  buang air kecil anaknya terus menangis. Karena penasaran, dia kemudian mendesak Melati untuk mengaku, hingga akhirnya terbongkar aksi Teguh.

Merasa tingkah lakunya kepergok oleh sang pemilik rumah, dia pun kabur untuk kembali pulang ke Jombang. Siti yang merasa kecolongan dengan aksi Teguh pun langsung melaporkan ke Polsek Taman.

Polisi kemudian menangkap pelaku di Jombang dan membawanya ke Polsek Taman. Kepada penyidik, Teguh mengaku baru sekali berbuat cabul kepada Melati.

" Saya tidak berhubungan intim dengannya. Hanya menggunakan jari tangan saja," tutur Teguh.

Meski demikian, pelaku tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat ini pelaku masih diperiksa dan bakal dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dan perempuan serta pencabulan.